Mentan Kunker Ke Kao Barat

Mentan Kunker Ke Kao Barat

Menteri pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo akhirnya berkunjung ke Desa Margo Mulyo, Kao Barat, Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (4/10).

Dalam kunjungannya, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu memboyong lima Direktorat Jenderal (Dirjen) sekaligus.

Sebelumnya, rombongan Kementan ini melakukan kunjungan kerja di Pulau Buru, Maluku kemudian dilanjutkan ke Maluku Utara yang di Jemput secara langsung oleh Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, Lc di Bandara Kuabang Kao Halmahera Utara.

Gubernur Maluku Utara AGK mengaku sangat gembira dengan kehadiran menteri Pertanian yang juga sahabat semenjak beliau Masih menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Kehadiran Mentan, menurutnya, merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat Maluku Utara.

"Kemarin saya dengar (Mentan) mau ke sini, Yaa Allah ini Rahmat, saya cari beliau ke Jakarta belum sempat jumpa, tapi beliau (Mentan) yang mengantarkan dirinya sendiri ke sini," ujar AGK dalam sambutannya.

Semoga dengan kehadiran beliau di Maluku Utara, para petani mendapat motivasi dan semangat dalam bekerja.

Sementara itu, Mentan dalam sambutannya memastikan petani tetap bekerja, mengingat pangan menjadi salah satu sumber kekuatan negara yang mendasar sehingga harus dikawal dengan baik.

"Pertanian tidak pernah mengingkari janji. Kita hadir untuk memastikan segalanya berjalan baik. Halmahera Utara adalah daerah yang sangat bagus yang dikaruniai Tuhan. Jaminan pangan dari potensi daerah ini, apalagi di saat Covid-19 seperti ini," ucap Mentan.

Dia menilai, bahwa potensi ini mampu menjadi sentra produsen padi di Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Rizal Ismail menyebutkan Maluku Utara menjalankan dua program strategis pertanian, yaitu Program Maluku Utara Menanam, dan Gerakan Orientasi Ekspor Untuk Rakyat Sejahtera.

"Program ini turunan dari Program Gratieks, dan Grasida. Tahun depan kita akan usahakan target mendorong kelapa, pala dan cengkeh" ujar Rizal.

Dia melanjutkan, terdapat 5.600 ton pala per tahunnya dan kelapa 233.000 ton. Jika produksi komoditas tersebut dibenahi, akan dapat memenuhi orientasi ekspor komoditas pertanian dari Maluku Utara.

Perlu diketahui, Maluku Utara sendiri mendapatkan total bantuan senilai Rp 42,41 miliar lebih yang teralokasikan pada subsektor tanaman pangan, prasarana dan sarana pertanian, perkebunan dan hortikultura. Sedangkan untuk Kabupaten Halmahera Utara mendapatkan bantuan sebanyak Rp 9,31 miliar lebih.

Disela-sela kunjungannya, Mentan yang di dampingi Gubernur Maluku Utara serta Pjs. Bupati Halmahera Utara Irwanto Ali melihat secara langsung tanam padi dengan mekanisasi. Dan Mentan memastikan petani tetap bekerja, mengingat pangan menjadi salah satu sumber kekuatan negara yang mendasar sehingga harus dikawal dengan baik.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu menyerahkan bantuan kepada petani berupa mesin pra panen (pompa air) yang diterima Philips Kowe, combine harvester yang diterima oleh Nuryadi, peremajaan kelapa yang diterima oleh Jakir.

Turut hadir pada acara yang dihadiri Mentan RI Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Daerah Samsuddin A Kadir, Pj Bupati Halut Irwanto Ali, Kadis Pertanian M Rizal Ismail yang juga Pj Bupati Halbar, Dandim Halut, Kapolres Halut, Kajari Halut, Kadis Pertanian Halut Daud, Pimpinan OPD lingkup Pemprov Malut, serta para petani dan warga setempat.(Hms)

©MalutProv

Berita Terkait

Artikel Terpopuler

10 Mar-2020
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-XVI

08.00 WIT - Gedung New Plaza, Tobelo

12 Mar-2020
Seminar Pengusulan Sultan Zainal Abidin Syah dari Tidore sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesi

08.30 - Aula Bung Hatta Gedung Pascasarjana, Lantai 2 Universitas Negeri Jakarta, DKI Jakarta

Ruang Multimedia