Hadiri Pertemuan Regional Majelis Nasional KAHMI, Asisten I Sampaikan Harapan Gubernur Sherly

Hadiri Pertemuan Regional Majelis Nasional KAHMI, Asisten I Sampaikan Harapan Gubernur Sherly

TERNATE, - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kadri La Etje, mewakili Gubernur Maluku Utara dalam rangka menghadiri Pertemuan Regional Majelis Nasional KAHMI, Acara akbar dengan mengusung tema " Konsolidasi KAHMI Untuk Indonesia" ini bertempat di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Sabtu (23/8/25)

Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr.Rifqinizami Karsayuda, dan turut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, Sekjen Majelis Nasional KAHMI, Syamsul Komar, Pj. Gubernur Papua, Wagub Papua Barat, Koordinator Presidium Majelis Wilatah KAHMI Malut, para delegasi pertemuan Majelis Nasional se-Maluku,Malut, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya dan Papua Selatan.

Sejak berdiri pada 17 September 1966 di Jakarta, KAHMI telah menjadi rumah besar bagi para alumni HMI dari berbagai lintas generasi, profesi, dan latar belakang politik. Sampai hari ini KAHMI telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang mewarnai sejarah Indonesia," Demikian disampaikan Asisten I saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Malut.

Dirinya mengatakan, sebagai wadah para alumni HMI, KAHMI telah menjadi ladang sumber daya manusia (SDM) yang banyak berkiprah diberbagai bidang, baik pemerintahan, partai politik, akademisi, pengusaha, dan lain sebagainya. Disitulah, para anggota KAHMI berperan nyata dalam mewarnai sejarah perjalan bangsa.

"Saya berharap Forum ini bukan hanya menjadi sarana silaturrahim, tapi juga menjadi momentum untuk menguatkan Konsolidasi lewat sinergi ide dan gagasan , juga menjadi langkah strategis KAHMI sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat peran KAHMI  untuk mendukung  pembangunan di Indonesia Timur khususnya di Maluku Utara,"ucap Kadri saat membacakan sambutan Gubernur.

KAHMI dapat menjadi lokomotif penggerak untuk percepatan pembangunan untuk kawasan Indonesia timur yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.  Dan semoga kita senantiasa diberi petunjuk dan bimbingan oleh Allah SWT, untuk senantiasa bersinergi dalam bekerja bersama dan mempersembahkan yang terbaik, bagi daerah, bangsa, dan negara yang kita cintai,"jelasnya.  

Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Dr.Rifqinizami Karsayuda, dalam arahan menyampaikan, bahwa Majelis nasional bukan tanpa sengaja memilih permulaan konsolidasi regional dari timur, kita ingin pembangunan itu dimulai dari timur Indonesia sebagaimana matahari yang tak pernah mungkin terbit dari barat kecuali kiamat akan datang. 

Kekuatan Kahmi di timur Indonesia selama ini kurang dilirik oleh Jakarta, padahal kalau kita lihat portofolio kader alumni kiprah mereka di berbagai bidang, Kahmi dari kawasan Timur Indonesia menunjukkan prestasi yang luar biasa,"sebut Rifqinizami.

"Pertemuan regional seperti ini tujuannya adalah dua hal yang pertama kita ingin menginventarisir kekuatan internal yang kita miliki untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh majelis wilayah beserta majelis-majelis daerah,"ucapnya.

Dirinya menjelaskan, secara asumtif KAHMi kuat di dua bidang yang sangat menonjol selama ini, yang pertama adalah bidang intelektual sebagai konsekuensi dari tujuan KAHMI yang ingin menciptakan Insan akademis karena itu kampus-kampus itu rata-rata Doktor dan guru besarnya diisi oleh KAHMI, yang kedua yang kita cukup menonjolkan dari belakangan kita agak turun prosentasenya adalah di bidang politik.

KAHMI, kata Rifqinizami, harus mampu menjawab kebutuhan publik dengan baik Kalau pemilih membutuhkan pemimpin yang setiap hari setiap saat kerjanya bisa dilihat melalui media sosial, Maka jadi politisi Kahmi harus menjadi jagoan politisi yang paling jago di media sosial, jangan kemudian kita membimbing kehendak publik.

Inilah portofolio kepemimpinan yang kuat oleh seorang politisi yang berlatar belakang aktivis, kita tidak boleh kalah dalam konteks ini harusnya embel-embel aktivis yang ada pada diri kita itu justru menjadi penambah dalam menjalankan peran baik sebagai politisi intelektual dan yang lain-lainnya.

"Saya ingin pertemuan regional hari ini menjadi tempat introspeksi sekaligus mencari solusi bagaimana kita bisa bangkit," pungkasnya.(AdpimMalut25)

©MalutProv

Berita Terkait

Berita Terpopuler

21
Jul 2025
Acara Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
11.00 - Wairoro, Halmahera Tengah
Hadir
30
Jul 2025
Penandatanganan kerja sama antara Pemprov Malut dengan BPKP
10.00 - Jakarta
Hadir
19
Aug 2025
Launching Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Siswa dan Guru SMA, SMK, SLB, Mad
08.00 - SMA 2 Ternate
Hadir
22
Jul 2025
Pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
10.00 - Rumah Jabatan Gubernur, Ternate
Hadir
30
Jul 2025
Penandatanganan kerja sama antara Pemprov Malut dengan Fakultas Kedokteran UI
10.00 - Ternate
Hadir

Ruang Multimedia

Link