Sinergi Pemprov Malut dan Pertamina Perkuat Strategi Jaga Pasokan LPG di Tengah Gejolak Geopolitik

RP/I/21.04.2026/PROVMALUT
#Sinergi Pemprov Malut dan Pertamina Perkuat Strategi Jaga Pasokan LPG di Tengah Gejolak Geopolitik.#

TERNATE - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi daerah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Samsuddin A. Kadir,M.Si, mewakili Gubernur Maluku Utara, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) antara Pertamina Patra Niaga dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta Stakeholder Lintas Sektoral, yang berlangsung di Halmahera room Bela Hotel, Selasa (21/04/26).

FGD yang mengusung tema efisiensi pendistribusian LPG Non-Subsidi (NPSO) ini menjadi wadah krusial untuk menghadapi tantangan geopolitik global yang dinamis dan tidak menentu.

"Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada prinsipnya mendukung penuh setiap langkah strategis yang dilakukan dalam rangka menjaga ketahanan energi daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis, dan tidak menentu," ujar Sekda dalam sambutannya.

Beliau menekankan bahwa keberhasilan implementasi pengalihan supply point LPG non-subsidi sangat bergantung pada koordinasi yang solid antara seluruh pihak terkait.

"Sinergi, koordinasi, serta komunikasi yang kuat antara pemerintah daerah, Pertamina, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama," tambahnya.

Lebih lanjut, Sekda berharap melalui forum ini dapat dirumuskan langkah-langkah monitoring bersama yang berkelanjutan. Tujuannya agar setiap perkembangan di lapangan dapat dipantau secara cepat dan responsif, sehingga menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat di masa mendatang.

"Diharapkan forum ini dapat merumuskan langkah monitoring yang berkelanjutan, sehingga jika diperlukan penyesuaian di kemudian hari, kita dapat mengambil kebijakan yang tepat dan cepat," tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan Fokus Grup Discussion (FGD), kemudian ditutup oleh Sekda Malut dengan menyampaikan 4 arahan Gubernur Maluku Utara yaitu :

  1. Pertamina diminta mengkaji opsi supply dari Sorong direct ke Ternate untuk pangkas rantai pasok. 

  2. Dinas Perhubungan usulkan trayek tol laut khusus LPG Ambon-Ternate / Sorong-Ternate ke Kemenhub. 

  3. Pemprov percepat kajian pembangunan SPBE di Sofifi sebagai solusi jangka panjang. 

  4. Dibentuk tim kecil Pemprov-Pertamina-Hiswana Migas-Dishub-BI untuk merumuskan skema charter bersama atau subsidi angkut APBD. Tim diberi waktu 2 minggu. 

"Arahan Gubernur jelas : stok harus aman, distribusi lancar, harga wajar. Jangan sampai masyarakat kembali ke minyak tanah karena LPG terlalu mahal," tegas Sekda.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pertamina Patra Niaga, Perwakilan Forkopimda Malut, jajaran pimpinan perangkat daerah terkait, serta pemangku kepentingan lintas sektoral lainnya guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi di wilayah Maluku Utara. (HUMAS-ADPIM)

Dokumentasi Kegiatan Klik Di sini

©MalutProv

Berita Terkait

Berita Terpopuler

29
Oct 2025
2 Agenda
KONSULTASI PUBLIK KEHATI
08.00 - HOTEL BATIK
Hadir
FORUM KOORDINASI APH
08.30 - PENGINAPAN CENDRAWASIH
Hadir
18
Sep 2025
2 Agenda
Giat BPD MALUKU MALUT
08.30 - Bela Hotel
Hadir
RAKOR TPAD
13.00 - Ruang Rapat BPK Malut
Hadir
29
Oct 2025
2 Agenda
RAPAT PEMB. INFRASTRUKTUR
12.30 - RUANG RAPAT WAGUB
Hadir
RAMAH TAMAH DAN PENGENALAN KAJATI MALUT
19.30 - BELA HOTEL
Hadir
18
Sep 2025
1 Agenda
Rakor Evaluasi Program Gubernur
08.30 - Ruang Rapar Lt. 4
Hadir

Ruang Multimedia

Link