Wagub Malut Terima Audiensi Persatuan Pemuda Pagu: Bahas Pelestarian Budaya hingga Aspirasi Perbaikan Jembatan Desa

RP/V/04.05.2026/PROVMALUT
#Wagub Malut Terima Audiensi Persatuan Pemuda Pagu: Bahas Pelestarian Budaya hingga Aspirasi Perbaikan Jembatan Desa.#

SOFIFI - Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe,S.Ag.,M.Pdi, didampingi Sekda Maluku Utara, Drs. H. Syamsuddin A. Kadir,M.Si, serta Kabid Budaya Dinas Dikbud, Darmin Abdurrahman, menerima audiensi Persatuan Pemuda Pagu di Ruang Rapat Wagub, Senin (04/05/26). Audiensi membahas dua agenda utama: kolaborasi pelestarian adat budaya dan penyampaian aspirasi terkait infrastruktur desa.

Audiensi diawali pemaparan perwakilan Persatuan Pemuda Pagu, Ia menyampaikan tiga program prioritas organisasi: 1) Dokumentasi warisan budaya takbenda, 2) Regenerasi pelaku adat, 3) Pembentukan cabang di kabupaten/kota.

“Banyak tetua adat sudah sepuh. Jika pengetahuan mereka tidak segera direkam lewat database dan video dokumenter, kita terancam kehilangan. Kami ingin budaya tetap hidup dan mudah diakses anak muda,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Syamsuddin A. Kadir, M.Si, menyatakan dukungan Pemprov. “Pelestarian budaya adalah kerja kolektif. Pemprov Malut siap memfasilitasi pendataan dan bersinergi dalam program pelestarian,” tegas Sekda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Provinsi Malut, Darmin Abdurrahman memaparkan bahwa saat ini Pemprov telah memiliki  karya budaya tercatat secara nasional, dengan target tambah 3 karya pada 2026. “Sinergi dengan komunitas pemuda akan percepat inventarisasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Persatuan Pemuda Pagu juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur di desa bagian barat. Disampaikan bahwa jembatan penghubung desa yang dibangun sejak 2008 saat ini kondisinya memprihatinkan. Warga terpaksa mengandalkan jembatan gantung kayu untuk mengakses lahan pertanian dan fasilitas umum seperti pom bensin.

Sekitar 9% lahan pertanian warga terdampak karena akses sering tertutup, terutama saat musim tertentu. Kondisi jembatan yang lapuk juga menyulitkan mobilitas warga, termasuk ibu hamil yang butuh akses layanan kesehatan. Warga berharap ada pembangunan jembatan permanen menggantikan jembatan gantung yang sudah tua.

Menanggapi kedua isu tersebut. Terkait budaya, Wagub menegaskan pentingnya sinergi “tiga tungku” yaitu adat, agama, dan pemerintah. “Budaya harus hidup, bukan hanya seremonial. Saya minta OPD terkait segera tindak lanjuti, libatkan sekolah dan anak muda,” ujarnya.

Terkait aspirasi jembatan, Wagub langsung memerintahkan Dinas PU untuk turun lapangan. “Infrastruktur dasar tidak boleh diabaikan. Ini menyangkut keselamatan dan ekonomi warga. Tolong Dinas PU segera cek kondisi jembatan di desa bagian barat, laporkan ke saya rencana penanganannya,” tegas Wagub.

Audiensi menghasilkan kesepakatan tindak lanjut berupa: 
1) Penyusunan program kerja bersama pelestarian budaya, 
2) Peninjauan lapangan jembatan desa, 
3) Penguatan edukasi budaya di satuan pendidikan. (HUMAS-ADPIM)

Dokumentasi Kegiatan Klik Di sini

©MalutProv

Berita Terkait

Berita Terpopuler

29
Oct 2025
2 Agenda
KONSULTASI PUBLIK KEHATI
08.00 - HOTEL BATIK
Hadir
FORUM KOORDINASI APH
08.30 - PENGINAPAN CENDRAWASIH
Hadir
18
Sep 2025
2 Agenda
Giat BPD MALUKU MALUT
08.30 - Bela Hotel
Hadir
RAKOR TPAD
13.00 - Ruang Rapat BPK Malut
Hadir
29
Oct 2025
2 Agenda
RAPAT PEMB. INFRASTRUKTUR
12.30 - RUANG RAPAT WAGUB
Hadir
RAMAH TAMAH DAN PENGENALAN KAJATI MALUT
19.30 - BELA HOTEL
Hadir
18
Sep 2025
1 Agenda
Rakor Evaluasi Program Gubernur
08.30 - Ruang Rapar Lt. 4
Hadir

Ruang Multimedia

Link