Gubernur Ajak TPID Terapkan 4K Jaga Stabilitas Pangan

RP/I/22.04.2026/PROVMALUT
#Gubernur Ajak TPID Terapkan 4K Jaga Stabilitas Pangan.# 

TERNATE - Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Biro Ekonomi Setda menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)Tahun 2026, yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Ir. Sri Haryati Hatari,M.Si, mewakili Gubernur Maluku Utara, yang digelar di Meeting Room Waterboom, Rabu (22/04/26).

Dalam sambutan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan tekanan inflasi komoditas strategis.

“Saat ini kita sudah memasuki musim pancaroba dan perlu mewaspadai potensi musim kemarau panjang yang dapat memengaruhi produksi pangan dan mendorong kenaikan harga,” ujar Sri Haryati membacakan sambutan Gubernur.

Berdasarkan data minggu ketiga April 2026, inflasi nasional tercatat 2,3%. Namun, di Provinsi Maluku Utara, sejumlah komoditas masih mengalami gejolak harga, antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan telur.

Rakor kali ini mengangkat tema “Penguatan Sinergi, Pengendalian Inflasi, Kemandirian Pangan Lokal, dan Stabilisasi Harga Pangan Untuk Maluku Utara Maju”. Gubernur berharap tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Kita harus bergerak melampaui koordinasi konvensional menuju aksi-aksi yang inovatif,” tegasnya.

Ada tiga poin utama yang ditekankan Gubernur dalam sambutan itu. Pertama, memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bersama Bank Indonesia. GNPIP yang diinisiasi sejak 2018 dinilai perlu terus dievolusi agar lebih komprehensif mendukung stabilisasi harga.

Kedua, konsisten menerapkan strategi 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. “Kita harus pastikan tidak ada gejolak harga ekstrem. Perlu dipetakan daerah surplus dan defisit agar distribusi antar wilayah berjalan efektif,” kata Sri Haryati.

Ketiga, pemanfaatan teknologi dan satu data pangan. Gubernur menyoroti masih adanya perbedaan data harga dan pasokan antara kabupaten, provinsi, dan pusat yang dapat menghambat kecepatan respon kebijakan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data yang akurat. Mari kita wujudkan satu data pangan yang valid dan real time,” ujarnya. Ia juga meminta Bank Indonesia dan BPS terus memperbarui data pergerakan harga komoditas secara berkala.

"Saya berharap Rakor ini menghasilkan langkah-langkah konkret, inovatif dan adaptif, bukan sekedar agenda seremonial," ujarnya. 

Gubernur juga mengajak seluruh Tim TPID Provinsi Kabupaten/Kota agar tidak hanya reaktif, tetapi preventif dan berkelanjutan dalam mengawal stabilitas harga pangan demi mewujudkan Maluku Utara yang bangkit, maju dan sejahtera. 

Rakor ini dihadiri Karo Ekonomi Setda Provinsi Maluku Utara, jajaran TPID kabupaten/kota se-Maluku Utara, perwakilan Bank Indonesia, BPS, serta instansi terkait lainnya. (HUMAS-ADPIM)

Dokumentasi Kegiatan Klik Di sini

©MalutProv

Berita Terkait

Berita Terpopuler

29
Oct 2025
2 Agenda
KONSULTASI PUBLIK KEHATI
08.00 - HOTEL BATIK
Hadir
FORUM KOORDINASI APH
08.30 - PENGINAPAN CENDRAWASIH
Hadir
18
Sep 2025
2 Agenda
Giat BPD MALUKU MALUT
08.30 - Bela Hotel
Hadir
RAKOR TPAD
13.00 - Ruang Rapat BPK Malut
Hadir
29
Oct 2025
2 Agenda
RAPAT PEMB. INFRASTRUKTUR
12.30 - RUANG RAPAT WAGUB
Hadir
RAMAH TAMAH DAN PENGENALAN KAJATI MALUT
19.30 - BELA HOTEL
Hadir
18
Sep 2025
1 Agenda
Rakor Evaluasi Program Gubernur
08.30 - Ruang Rapar Lt. 4
Hadir

Ruang Multimedia

Link