Festival Ela-Ela Sofifi: Pesona Warisan Budaya Moloku Kie Raha Sambut Malam 1000 Bulan

Festival Ela-Ela Sofifi: Pesona Warisan Budaya Moloku Kie Raha Sambut Malam 1000 Bulan

SOFIFI, - Sebagai upaya melestarikan budaya Islam di tanah Moloku Kie Raha, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Biro Kesejahteraan Rakyat dan DKM Shaful Khairaat, menggelar Festival Malam Ela-Ela. Festival ini menjadi momen penting dalam rangka melestarikan tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun, dipusatkan di Masjid Raya Shaful Khairaat, Kamis (27/3).

Festival yang sarat akan nilai historis ini dibuka langsung Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dan dihadiri Perwakilan Forkopimda Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Jajaran Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Perwakilan Walikota Tidore Kepulauan, Ketua DKM Shaful Khairaat beserta Jajaran Panita, serta warga masyarakat.

Ratusan masyarakat tumpah ruah berkumpul di halaman Masjid kebanggaan Maluku Utara tersebut untuk mengikuti festival yang merupakan tradisi lokal ini.

Sebagai informasi Festival Ela-Ela digagas langsung oleh Gubernur Sherly Laos. Diharapkan festival ini dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi, yang tidak hanya mempertahankan nilai historis, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata religius di Maluku Utara.

Wakil Gubernur didampingi Sekretaris Daerah, Jajaran Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Perwakilan Kesultanan Jailolo dan Ternate menyalakan obor sebagai ditandainya mulainya acara.

Ketua Panitia Festival Ela-Ela, Ismad Daud mengatakan Festival Malam Ela-ela melaksanakan dua jenis kegiatan diantaranya lomba pawai obor serta lomba desa dan kelurahan yang dikhususkan di Kecamatan Oba Utara, yang meliputi 13 desa/kelurahan yang nantinya akan dinilai langsung oleh tim penilai namun semua tergantung dari partisipasi kelurahan atau desa tersebut.

Mengawali sambutannya, Wakil Gubernur Maluku Utara mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa istiqomah demi meraih derajat ketaqwaan di bulan Suci ini.

“Mari kita semua untuk senantiasa menjaga keitiqomahan ibadah kita semua untuk meningkatkan derajat ketaqwaan,” ucap Sarbin.

Ia pun menjelaskan, esensi dari Festival Ela-Ela adalah menggapai kemuliaan serta keberkahan malam Lailatul Qadar.

“Jaman dahulu, pada festival ela-ela saya membakar batang pisang sebagai obor dan damar,” kenang Wagub.

“Ela-ela merupakan akulturasi budaya lokal dan nilai keagamaan yang perlu dilestarikan,” harapnya.

Sebagai informasi Festival Ela-Ela Sofifi di ikuti oleh 700 peserta yang terbagi dalam 30 kelompok dari berbagai elemen masyarakat seperti majelis taklim, karang taruna, muslimat NU, siswa SD/SMP/SMA di Tidore Kepulauan serta ikatan pemuda, adanya marching band menambah kemeriahan semarak festival ini. Salah satu OPD yang menjadi peserta pawai adalah Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara. Pawai obor mengambil rute Bundaran-Desa Balbar-Baromadoi kemudian finish di pelataran Masjid Raya.

Di akhir sambutannya, Wagub mengucapkan terima kasih kepada Biro Kesejahteraan Rakyat dan DKM Shaful Khairaat yang telah bersinergi bersama dalam mensukseskan Festival Ela-Ela Sofifi ini.

Tak lupa Wagub juga berpesan, Festival Ela-Ela agar dimaknai dari sisi nilai keagamaan dan menjaga kearifan lokal sekaligus kaitannya dalam pembangunan Kota Sofifi kedepan, (Humas/Adpim)

©MalutProv

Berita Terkait

Artikel Terpopuler

21 Mar-2025
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara

10.00 WIT - .

21 Mar-2025
Rapat High Level Meeting (HLM) BI

14.00 WIT - .

21 Mar-2025
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Maluku Malut

15.00 WIT - .

Ruang Multimedia